<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5073965240943678739</id><updated>2011-12-23T20:21:58.126+07:00</updated><title type='text'>JASMAPALA</title><subtitle type='html'>BERGERAK CEPAT, BERTINDAK TEPAT</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jasmapala.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>SALAM LESTARI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14914075204166146313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5073965240943678739.post-4658991969104255120</id><published>2009-04-05T19:47:00.005+07:00</published><updated>2011-06-16T14:22:50.327+07:00</updated><title type='text'>JASMAPALA BANTU KORBAN SITU GINTUNG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-lVrz5C4dytQ/TfmtpIRmWEI/AAAAAAAAARA/BqlaYVLhZ2M/s1600/Picture1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-lVrz5C4dytQ/TfmtpIRmWEI/AAAAAAAAARA/BqlaYVLhZ2M/s200/Picture1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5618712932228945986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pertama-tama  seluruh anggota Jasmapala mengucapkan belasungkawa dan turut prihatin dengan kejadian tragedi Situ Gintung semoga para korban yang meninggal dunia diterima disisi-NYA, yang dirawat segera disembuhkan dan keluarga korban yang ditinggalkan diberi ketabahan dalam menghadapi musibah yang menyedihkan ini  .  .  .  .  Amin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu 27 Maret 2008  pukul 8.00 berita televisi menyiarkan secara langsung terjadi musibah yang memilukan akibat jebolnya tanggul Situ Gintung dan menghantam perumahan yang berada di sekitarnya. Hujan deras yang turun pada hari sebelumnya tak mampu lagi tertahan oleh tanggul yang dibuat pada zaman kolonial Belanda sekitar tahun 1930-an itu, akibatnya ratusan rumah luluh lantak, banyaknya korban jiwa pun tak terelakan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan pada pukul 10.00 WIB rekan-rekan anggota JASMAPALA dengan bendera dan atribut JASA MARGA bergerak cepat menuju lokasi bencana dengan kekuatan 10 personil yang terdiri dari cabang jabotabek dan kantor pusat untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana. Kemudian pada hari berikutnya selama 7 hari berturut-turut tanpa mengenal lelah rekan-rekan Jasmapala seluruh Jabotabek dan Purbaleunyi silih berganti untuk terus membantu warga setempat mencari korban yang hilang baik yang terbawa arus dengan menyisir pinggiran sungai Pasanggerahan maupun yang terkena reruntuhan puing-puing bangunan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih rekan-rekan wujud kepedulian kita terhadap bencana baik dilingkungan sekitar jalan tol maupun di seluruh bumi ibu pertiwi Jasmapala selalu siap bergerak cepat dan bertindak tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5073965240943678739-4658991969104255120?l=jasmapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jasmapala.blogspot.com/feeds/4658991969104255120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2009/04/pertama-tama-seluruh-anggota-jasmapala.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/4658991969104255120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/4658991969104255120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2009/04/pertama-tama-seluruh-anggota-jasmapala.html' title='JASMAPALA BANTU KORBAN SITU GINTUNG'/><author><name>SALAM LESTARI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14914075204166146313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-lVrz5C4dytQ/TfmtpIRmWEI/AAAAAAAAARA/BqlaYVLhZ2M/s72-c/Picture1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5073965240943678739.post-5294411146749565065</id><published>2008-09-02T09:44:00.006+07:00</published><updated>2011-06-16T14:36:50.855+07:00</updated><title type='text'>PUNCAK KEMBAR DEMPO MERAPI YANG INDAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-RLZIYXNsbLI/TfmvjSOJZgI/AAAAAAAAARI/p1Bo_jjEvRA/s1600/Pic%2BDempo.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 118px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-RLZIYXNsbLI/TfmvjSOJZgI/AAAAAAAAARI/p1Bo_jjEvRA/s200/Pic%2BDempo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5618715030842861058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tim ekspedisi pendakian II Jasmapala untuk Puncak gunung Dempo - Merapi, telah bekerja jauh sebelum pendakian dimulai. Persiapan fisik, mental dan logistik telah dimulai dua bulan sebelum pemberangkatan, 17 orang pendaki diantaranya Ujang Haremen, Achmad, Wino BS dan Ramlino (Cabang Jagorawi), Jajang Sahara Nur dan Yandhi HK (Cabang Cikampek), Hasbi Fadillah (Cabang CTC), Drs. Bambang Sancoyo, Drs. Husni Anwar, MM, M Abri, Herri Yacobus dan Purwanto (Kantor Pusat).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dengan menapaki jalan setapak yang dibuat atau dibuka Yunial Harun, SH beserta kelompok Wanadri-nya pada tahun 1972 yang kemudian diberi nama oleh Wanadri Jalur 72. Awal pendakian dimulai menuju Pintu Rimbo selama 50 menit melalui hamparan kebun teh  bukit barisan. Pintu Rimbo merupakan batas vegetasi antara perkebunan teh dengan hutan raya Gunung Dempo.  Perjalan dua jam dari Pintu Rimbo ke Pos I, kami menemui atau berpapasan dengan pendaki yang akan turun, sebelum sampai di Pos I, rombongan telah berjalan kurang lebih 2 jam dan masih ada beberapa orang anggota yang masih tertinggal dibelakang, mengingat  medan yang cukup berat akhirnya tim Jasmapala bermalam di Pos I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pos II  2600 Mdpl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini juga terdapat mata air selain Pos I. Pk 13.00 perjalanan dilanjutkan dengan harapan rombongan Jasmapala sampai di Cadas Makan Puyang Herlan pada pukul 16.00, route kian menanjak sehingga terasa berat bagi para pendaki, route ini ada tanjakan ada yang seperti dinding lemari  yang tegak lurus sepertinya punya jendela yang ditapaki oleh pendaki berupa akar-akaran yang kuat sesudah itu pendaki harus memanjat beberapa pohon tumbang yang menghalangi jalan dengan terlebih dahulu melemparkan perlengkapan (cariel bag) ke seberang pohon. Selepas Pos II medan lintasan kian  menanjak dengan kungkungan hutan yang lebat, memasuki vegetasi Cantigi kayu panjang umur  udara yang berkabut mulai ada tetesan air hujan semua anggota berhenti sejenak untuk mengenakan baju hujan (rain coat). Jalur lintasan tali air yang kami lalui lembab, becek, berlumpur, ada genangan air dibeberapa tempat genangan terlihat berkilau oleh pantulan cahaya karena disinyalir mengandung minyak konon katanya salah satu jenis pohon penduduk setempat menamakannya Kayu Panjang Umur yang tumbuh sampai ke puncak Dempo mengandung dan dapat menghasilkan minyak.  Dari cadas makam Puyang Herlan ke puncak Dempo memakan waktu 30-45 menit tanpa istirahatjalan yang kian  kadang harus merayap berpegangan pada pohon akar-akaran agar ada keseimbangan juga agar tidak mudah tergelincir karena jalan yang licin dan basah, beberapa anggota mulai terengah-engah ada yang mulai menarik nafas panjang duduk di patahan pohon namun beberapa anggota lainnya tetap terus melanjutkan perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak Dempo 3159 Mdpl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Puncak Dempo pk 16. 45 cuaca cerah berkabut dan kering, kabut tersebut tidak meneteskan air yang artinya besar kemungkinan tidak akan terjadi badai, terlihat beberapa anggota tim Jasmapala yang telah tiba lebih dulu termasuk Drs. Bambang Sancoyo, Drs. Husni Anwar, MM serta beberapa orang anggota tim terlihat sangat gembira walau dari ekspresi wajah terlihat lesu lelah, mereka menyambut anggota tim yang baru sampai dengan salam dan pelukan hangat.  Puncak Dempo merupakan sebuah dataran kecil di ketinggian 3159 mdpl. Dari sini pendaki dapat melanjutkan perjalanan menuju Nirwana Lembah Parapuyang, merupakan hamparan lembah diantara puncak Merapi dan puncak Dempo dilembah ini terdapat mata air berupa parit jernih dan danau. Kita dapat menyaksikan sunset maupun sunrise yang sangat mempesona, karena area disini cukup terbuka dan merupakan perpaduan antara padang pasir dan padang sapana. Lembah ini juga dikenal dengan nama lembah Makam Parapuyang, disini setidaknya terdapat lima Makam sepanjang 12 meter dan beberapa Makam kecil lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperjalanan menuju puncak Merapi, kami menyonsong keindahan matahari terbit sunrise di sebelah timur. Kilatan blize lampu kamera terus memberkas secara bergantian, baik yang dilakukan oleh anggota pendaki Jasmapala maupun oleh pendaki lain sejak awal pemberangkatan sampai keperjalanan menuju puncak Merapi. Di puncak Merapi para pendaki dapat menikmati pemandangan alam yang indah berupa danau kawah yang dapat berubah warna setiap saat, biru, hitam, hijau dan saat ini warna danau kawah adalah putih, dua bulan sebelumnya kawah Merapi sempat aktif dengan membubungkan asap solvatoranya dan berstatus Siaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara Hari Kemerdekaan&lt;br /&gt;                            &lt;br /&gt;Drs. Bambang Sancoyo Pimpin Upacara   di Nirwana Lembah Parapuyang adapun upacara hari kemerdekaan dilaksanakan pk 08.15, dengan Komandan Upacara Hasbi Fadillah,  pembawa acara M. Abri dan pembaca teks Proklamasi oleh pendaki lain. Upacara tanpa amanat ini cukup hikmat dilakukan oleh seluruh anggota Jasmapala dan 70 orang pendaki lain yang ikut dalam Upacara Hari Kemerdekaan. Misi pendakian telah dilaksanakan dengan baik semua pendaki sangat menikmati proses perjalanan pendakian. Kerja sama di alam terbuka telah melahirkan nuansa kekerabatan, persahatan yang saling membutuhan proses manajemen pendakian yang sukses, adapun sasaran pendakian kali ini adalah dalam rangka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;”MENJAGA KELESTARIAN ALAM”&lt;/strong&gt; berdasarkan undangan panitia penyelenggara &lt;strong&gt;VISIT MUSI YEAR 2008&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai jumpa pada pendakian utama berikutnya, Semoga terealisir pendakian yang akan dilakukan oleh anggota terbaik Jasmapala menuju Puncak Kinabalu Serawak Malaysia 2009 dan Puncak Jaya Wijaya (Cartens) Papua pada tahun 2011. .▲UJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5073965240943678739-5294411146749565065?l=jasmapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jasmapala.blogspot.com/feeds/5294411146749565065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2008/09/puncak-kembar-dempo-merapi-yang-indah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/5294411146749565065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/5294411146749565065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2008/09/puncak-kembar-dempo-merapi-yang-indah.html' title='PUNCAK KEMBAR DEMPO MERAPI YANG INDAH'/><author><name>SALAM LESTARI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14914075204166146313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-RLZIYXNsbLI/TfmvjSOJZgI/AAAAAAAAARI/p1Bo_jjEvRA/s72-c/Pic%2BDempo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5073965240943678739.post-1924952378699104593</id><published>2008-08-30T21:43:00.014+07:00</published><updated>2011-06-16T14:36:32.735+07:00</updated><title type='text'>PUNCAK SLAMET YANG MENAKJUBKAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-B-1S7D3X5oA/TfmxYRZ0geI/AAAAAAAAARQ/f2kKKlrLdoc/s1600/Picture%2B115.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-B-1S7D3X5oA/TfmxYRZ0geI/AAAAAAAAARQ/f2kKKlrLdoc/s200/Picture%2B115.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5618717040668082658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gunung Slamet, salah satu gunung di jawa yang sangat eksotis, terletak di wilayah propinsi Jawa tengah dan menjadi perbatasan 5 wilayah kabupaten yaitu Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, Bumiayu, terletak di&lt;strong&gt; 7°14,30' LS&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;109°12,30' BT&lt;/strong&gt; dengan ketinggian &lt;strong&gt;3432&lt;/strong&gt;  Mdpl merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah, dan tertinggi kedua di Jawa setelah Gunung Semeru.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka memperingati HUT RI ke 63, Jasa Marga Pegiat Alam (Jasmapala) mengadakan pendakian ke Gunung Slamet 3432 mdpl, melalui jalur  Guci pendaki Jasmapala yang berjumlah 50 orang terdiri dari seluruh Cabang Jabotabek, Surabaya, Semarang dan Kantor Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diawali oleh 4 orang Tim Pendahulu diantaranya &lt;strong&gt;Toto Purwanto, Fery Maulana, Dewanto dan Achmad  Muslim (Boim)&lt;/strong&gt; untuk melakukan koordinasi sebagai langkah awal guna memperlancar Tim Jasmapala untuk melakukan pendakian, tujuan ke 4 orang tersebut selain melakukan koordinasi juga melakukan pendakian awal pada tanggal 15 Agustus 2008  guna merealokasi area pemasangan tenda pada pos V batas vegetasi dan memasang tambang sebagai alat bantu pada ketinggian 2950 Mdpl sebelum puncak, sebab route menuju puncak terdiri dari batuan vulkanik dan pasir sehingga dapat menyulitkan bahkan menguras tenaga bagi para pendaki untuk menuju puncak Segoro Wedi (lautan pasir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;POS I (Pos Pinus) 1185 Mdpl&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal&lt;strong&gt; 16 Agustus 2008 &lt;/strong&gt;tepat pukul&lt;strong&gt; 08.15&lt;/strong&gt; pendaki Jasmapala yang dipimpin oleh Ketua Rombongan Effendi dan kordinator lapangan Erwin Sulistyo melakukan pendakian,  diiring oleh pendaki lainnya dengan jumlah kurang lebih 80 orang dari berbagai perkumpulan pegiat alam, pada Pos I ketinggian 1158 Mdpl para pendaki Jasmapala tidak menemui kesulitan mengingat jalur pendakian relatif landai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;POS I - POS II (Pos Pondok Pasang) 1850 Mdpl&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selepas pos I lintasan mulai menanjak dengan sajian hutan yang rimbun dan asri  yang merupakan akhir dari bentangan hutan pinus terlewati, pos II merupakan tanah kosong yang cukup luas dan para pendaki Jasmapala menggunakannya tempat tersebut untuk beristirahat sejenak guna melakukan persiapan tenaga untuk menuju pos III.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;POS II - POS III (Pos Pondok Cemara) 2035 Mdpl&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menuju pos III jaraknya tidak terlalu jauh dengan pos II, yaitu sekitar 45 menit pendaki Jasmapala pun menikmati  track ini dengan penuh semangat yang kemudian untuk melakukan istirahat kembali guna mempersiapan perjalanan menuju pos IV yang cukup panjang dan penunuh rintangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;POS III - POS IV (Pos Pondok Kematus) 2480 Mdpl&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Track menuju pos IV ini cukup panjang, berat, dan sangat melelahkan bagi para pendaki walaupun pada jalur ini terdapat 2 pos bayangan untuk dapat digunakan melepas lelah sejenak  guna dapat meneruskan perjalanan, maka disinilah para pendaki Jasmapala saling bahu membahu dengan jiwa korsa yang tinggi untuk dapat menuju pos IV, pada pos ini sangat kondusif untuk ngecamp tapi kurang bagus untuk summit attack karena jaraknya masih cukup jauh dengan puncak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;POS IV - POS V (Pos Pondok Edelweiss) 2740 Mdpl&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Track menuju batas vegetasi cukup terjal dan sangat menguras tenaga bagi para pendaki tak terkecuali pendaki Jasmapala namun dengan tekad yang kuat pada pukul 16.40 pendaki awal Ir. D.Denny Sudiyono tiba di pos V batas vegetasi disusul para pendaki lainnya dari Jasmapala, pada pukul 18.00 rombongan besar dari berbagai perkumpulan pegiat alam termasuk didalamnya pegiat alam dari Jasmapala mulai berdatangan tiba di batas vegetasi yaitu batas terahir yang merupakan batas vegetasi dengan batuan vulkanik bagi para pendaki untuk melakukan istirahat guna memulihkan tenaga sebelum menuju puncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;POS V - PUNCAK SLAMET (Segoro Wedi) 3432 Mdpl&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tim Pendaki Jasmapala melakukan pendakian menuju puncak pada tanggal &lt;strong&gt;17 Agustus 2008&lt;/strong&gt; pada pukul&lt;strong&gt; 04.00 Wib&lt;/strong&gt;, dari batas vegetasi sampai puncak dibutuhkan waktu 1.5 - 2 jam mengingat di daerah ini sering terjadi badai gunung, oleh karena itu pendakian dilakukan pada pagi hari. Alhamdulillah dengan semangat yang tinggi serta cita-cita yang luhur maka tim pendaki Jasmapala tiba di Puncak Slamet pada pukul &lt;strong&gt;05.30,&lt;/strong&gt;  tim pendaki Jasmapala secara keseluruhan dapat melihat puncak Slamet yang begitu besar dan hamparan kaldera yang sangat luas serta menakjubkan, yang biasa disebut dengan Segoro Wedi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5073965240943678739-1924952378699104593?l=jasmapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jasmapala.blogspot.com/feeds/1924952378699104593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2008/08/jasmapala-di-puncak-slamet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/1924952378699104593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/1924952378699104593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2008/08/jasmapala-di-puncak-slamet.html' title='PUNCAK SLAMET YANG MENAKJUBKAN'/><author><name>SALAM LESTARI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14914075204166146313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-B-1S7D3X5oA/TfmxYRZ0geI/AAAAAAAAARQ/f2kKKlrLdoc/s72-c/Picture%2B115.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5073965240943678739.post-8302605292166363826</id><published>2008-06-26T10:08:00.007+07:00</published><updated>2011-06-16T14:36:15.163+07:00</updated><title type='text'>NASIB HUTANKU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-hhsaySF8eT0/Tfmxm7motpI/AAAAAAAAARY/T5H2I-wtL94/s1600/IMG_0078.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-hhsaySF8eT0/Tfmxm7motpI/AAAAAAAAARY/T5H2I-wtL94/s200/IMG_0078.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5618717292514293394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika tetes air terakhir tercemar,&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Ketika ikan terakhir terkail,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika udara terakhir terkotori ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Ketika tegakan terakhir ditebang ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah kita sadar bahwa uang tidak ada artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku harus menggambarkan hijaunya hutan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kicau burung serta gemericik air yang mengalir kecil,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusampaikan pesan kepada  anakku  untuk  melawan hutan beton&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5073965240943678739-8302605292166363826?l=jasmapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jasmapala.blogspot.com/feeds/8302605292166363826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2008/06/nasib-hutanku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/8302605292166363826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/8302605292166363826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2008/06/nasib-hutanku.html' title='NASIB HUTANKU'/><author><name>SALAM LESTARI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14914075204166146313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-hhsaySF8eT0/Tfmxm7motpI/AAAAAAAAARY/T5H2I-wtL94/s72-c/IMG_0078.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5073965240943678739.post-8393141760646657823</id><published>2008-05-29T10:33:00.006+07:00</published><updated>2008-05-29T13:08:55.680+07:00</updated><title type='text'>TIPS MENCEGAH HYPOTHERMIA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Beberapa hari belakangan ini, komunitas pendaki gunung Indonesia kembali kehilangan beberapa anggotanya, sebagian besar dari mereka meninggal karena kurangnya persiapan, baik alat maupun bekal, ataupun kurangnya pengetahuan survival sehingga jatuh dalam kondisi hypothermia akut.&lt;br /&gt;Yang terpenting dalam kegiatan naik gunung atau kegiatan di luar (outdoor activity) adalah persiapan dan pengetahuan, salah satunya mengetahui faktor apa penyebab hypothermia, gimana mencegah hal itu terjadi, apa aja yang perlu dilakukan dan juga tindakan apa yang perlu dilakukan kalau mulai merasakan kedinginan, berikut adalah tips mencegah hypothermia di gunung :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Usahakan kalau naik gunung jangan memakai kaos dari katun. Bahan katun jika basah keringat sulit keringnyai, ini biasanya menyebabkan menggigil kedinginan walaupun sudah memakai jaket tebal, sebaiknya memakai bahan sintetis (polyester/spandex/nylon) yang menyerap keringat dan berlengan panjang. Memang sih bisa ganti kaos, tapi di gunung yang sering ujan mengeringkan kaos jadi pekerjaan tersendiri, ngeringin make api unggun, wah jangan deh, kasihan hutan kita.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bawa bekal yang cukup untuk naik gunung, bekal praktis seperti coklat batangan, muesli bar, atau energy booster (seperti gel dengan glukosa, biasanya dipakai para pesepeda) sangat berguna sebagai cadangan makanan yang ringan dibawa dan menghasilkan energi lumayan. Juga biasakan mengamati sekitar, jika melewati air sungai atau daun2an yang kita kenali bisa dimakan kalau kepepet.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjaga tubuh tetap kering dan hangat. Salah satunya selalu membawa ponco, bagaimanapun kondisinya. Kalau punya baju dan jaket tahan air (gore-tex based) juga bisa (tapi ini mahal di ongkos), jangan lupa kaos tangan dan kaos kaki, khusus kaos kaki bawa ekstra jika perlu.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalau jalan sendiri siapkan piranti darurat komunikasi, kalau dengan teman harus saling menjaga. HP kadang kurang efektif karena tidak ada sinyal, bawa alat darurat sinyal seperti peluit atau cermin.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan paksakan jalan terus kalau kelelahan dan kecapaian, berhenti pasang tenda dan buat makanan atau minuman yang cepat dihidangkan, seperti teh manis atau sup instant, paksakan walaupun kurang suka, karena makanan adalah sumber energi untuk tetap jalan, selain itu makanan juga membuat tubuh jadi hangat karena memulai metabolisme tubuh.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bawa selimut darurat (emergency blanket or space blanket). Ini mungkin sudah ada di Indonesia. Bentuknya seperti lapisan aluminium foil yang tipis dan dipakai untuk menyelimuti tubuh. Fungsinya : membuat tubuh tetap hangat, merefleksikan sinar matahari dan tidak kehujanan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sekali lagi saya ingatkan dengan alat yang memadai tapi tidak tahu bagaimana menggunakan, hasilnya juga tidak optimal, jadi baca dan simak bagaimana melakukan teknik dasar survival di gunung, bisa baca, nanya atau dari pengalaman yang terus diasah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;i&gt;   http://www.ambarbriastuti.blogspot.com/&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5073965240943678739-8393141760646657823?l=jasmapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jasmapala.blogspot.com/feeds/8393141760646657823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2008/05/tips-mencegah-hypothermia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/8393141760646657823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/8393141760646657823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2008/05/tips-mencegah-hypothermia.html' title='TIPS MENCEGAH HYPOTHERMIA'/><author><name>SALAM LESTARI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14914075204166146313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5073965240943678739.post-1975961721014993561</id><published>2008-05-05T22:59:00.007+07:00</published><updated>2011-06-16T15:03:56.115+07:00</updated><title type='text'>SELAMATKAN BUMI &amp; LESTARIKAN HUTAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-yZrPhxo5-1c/Tfm3TX2uYCI/AAAAAAAAARg/cM49y02GSPc/s1600/IMG_0107.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-yZrPhxo5-1c/Tfm3TX2uYCI/AAAAAAAAARg/cM49y02GSPc/s200/IMG_0107.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5618723553570349090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam rangka menyabut 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional Jasmapala  melakukan kegiatan penghijauan pada ruas jalan tol Jagorawi pada tanggal 1 Mei 2008, yang kemudian keesokan harinya sekitar 300 peserta dari berbagai perkumpulan pecinta alam diantara salah satunya adalah regu pecinta alam PT Angkasa Pura melakukan pendakian masal gunung Pangrango 2958 Mdpl melalui jalur Cibodas, kegiatan yang pimpin oleh Jasmapala bekerjasama dengan FKPAB dan Green Ranger tidak hanya sekedar pendakian akan tetapi melakukan operasi bersih (menurunkan sampah-sampah dan botol mineral) di jalur Gunung Pangrango yang merupakan salah satu taman nasional paling penting di Indonesia. Luas taman ini kurang lebihnya 21 hektar yang meliputi tiga wilayah kabupaten di Jawa Barat diantaranya Cianjur, Sukabumi, dan Bogor. Taman ini perlu dijaga sebab di sanalah daerah resapan air utama untuk dikonsumsi 20 juta penduduk di hilirnya termasuk Jakarta. Jika taman ini rusak maka dipastikan warga Jakarta akan kesulitan menggunakan air bersih. Dengan moto&lt;strong&gt; &lt;span&gt;BAKAR&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; yang diartikan antara lain, &lt;strong&gt;&lt;span&gt;BAKAR&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; semangat operasi bersih di gunung, &lt;strong&gt;&lt;span&gt;BAKAR&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; semangat untuk melakukan penghijauan, &lt;strong&gt;&lt;span&gt;BAKAR&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; semangat untuk melestarikan alam ini, semoga apa yang dilakukan oleh Jasmapala, FKPAB dan Green Ranger dapat bermanfaat bagi masyarakat .  .  .  .  . Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5073965240943678739-1975961721014993561?l=jasmapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jasmapala.blogspot.com/feeds/1975961721014993561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2008/05/dalam-rangka-menyabut-100-tahun-hari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/1975961721014993561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/1975961721014993561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2008/05/dalam-rangka-menyabut-100-tahun-hari.html' title='SELAMATKAN BUMI &amp; LESTARIKAN HUTAN'/><author><name>SALAM LESTARI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14914075204166146313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-yZrPhxo5-1c/Tfm3TX2uYCI/AAAAAAAAARg/cM49y02GSPc/s72-c/IMG_0107.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5073965240943678739.post-3059884114614662934</id><published>2008-04-28T14:16:00.007+07:00</published><updated>2011-06-16T14:59:29.435+07:00</updated><title type='text'>MANDALAWANGI - PANGRANGO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-v9qvPyQqa5U/Tfm3u8YGCOI/AAAAAAAAARo/mk-659Ze5nw/s1600/IMG_0034.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-v9qvPyQqa5U/Tfm3u8YGCOI/AAAAAAAAARo/mk-659Ze5nw/s200/IMG_0034.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5618724027230456034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Senja itu ketika matahari turun ke dalam jurang-jurang mu&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku akan datang kembali&lt;br /&gt;Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu&lt;br /&gt;Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna&lt;br /&gt;Aku berbicara padamu tentang cinta dan keindahan&lt;br /&gt;Dan aku terima kau dalam keberadaanmu&lt;br /&gt;Seperti kau terima daku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi&lt;br /&gt;Sungaimu adalah nyayian keabadian tentang tiada&lt;br /&gt;Hutanmu adalah misteri segala&lt;br /&gt;Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta&lt;br /&gt;Malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi&lt;br /&gt;Kau datang kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berbicara padaku tentang kehampaan semua&lt;br /&gt;Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya&lt;br /&gt;Tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar&lt;br /&gt;Terimalah dan hadapilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diantara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara&lt;br /&gt;Aku terima ini semua&lt;br /&gt;Melampaui batas-batas hutanmu, melampaui batas-jurang jurangmu&lt;br /&gt;Aku cinta padamu Pangrango&lt;br /&gt;Karena aku cinta pada keberanian hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 Juli 1966&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Soe Hok Gie (Mapala UI)&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5073965240943678739-3059884114614662934?l=jasmapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jasmapala.blogspot.com/feeds/3059884114614662934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2008/04/mandalawangi-pangrango.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/3059884114614662934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/3059884114614662934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2008/04/mandalawangi-pangrango.html' title='MANDALAWANGI - PANGRANGO'/><author><name>SALAM LESTARI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14914075204166146313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-v9qvPyQqa5U/Tfm3u8YGCOI/AAAAAAAAARo/mk-659Ze5nw/s72-c/IMG_0034.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5073965240943678739.post-2672990349555119164</id><published>2008-04-03T10:02:00.020+07:00</published><updated>2008-05-05T23:13:32.461+07:00</updated><title type='text'>PENDAKIAN  GUNUNG PANGRANGO</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_RhBqyugSsI4/SBWFkBWKvFI/AAAAAAAAAGA/1o0FL2YpoX4/s1600-h/Brosur+Jasmapala.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_RhBqyugSsI4/SBWFkBWKvFI/AAAAAAAAAGA/1o0FL2YpoX4/s320/Brosur+Jasmapala.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194204599124933714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ikutilah pendakian masal &lt;strong&gt;Gunung Gede Pangrango 2958 Mdpl &lt;/strong&gt;yang akan dilaksanakanpada &lt;strong&gt;&lt;span&gt;tanggal 1 - 4 Mei 2008&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;,  dalam rangka memperingati 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional dengan diadakan acara penanaman pohon dan operasi bersih di lingkungan kawasan Gunung Gede Pangarango, bagi yang ingin berpartisipasi mohon hubungi alamat tersebut diatas dan pendaftaran ditutup tanggal 25 April 2008. (&lt;i&gt;&lt;span&gt;jasmapala&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5073965240943678739-2672990349555119164?l=jasmapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jasmapala.blogspot.com/feeds/2672990349555119164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2008/04/pendakian-masal-gunung-gede_03.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/2672990349555119164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/2672990349555119164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2008/04/pendakian-masal-gunung-gede_03.html' title='PENDAKIAN  GUNUNG PANGRANGO'/><author><name>SALAM LESTARI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14914075204166146313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_RhBqyugSsI4/SBWFkBWKvFI/AAAAAAAAAGA/1o0FL2YpoX4/s72-c/Brosur+Jasmapala.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5073965240943678739.post-746607715464034125</id><published>2008-01-16T09:42:00.003+07:00</published><updated>2008-05-05T11:13:22.185+07:00</updated><title type='text'>BAKSOS JASA MARGA DI JAWA TENGAH</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_RhBqyugSsI4/R410DuJI_sI/AAAAAAAAADU/cEL-w10JQ3g/s1600-h/Posko+Kudus.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_RhBqyugSsI4/R410DuJI_sI/AAAAAAAAADU/cEL-w10JQ3g/s320/Posko+Kudus.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155904755683884738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tim Medis melakukan kegiatan pengobatan masal di Dusun Payaman, Kabupaten Kudus, mulai pukul 14.00 s/d 18.00 dengan pasien sebanyak 129 pasien dengan kategori penyakit sangat komplek (ispa, batuk, pilek dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 12 Januari 2008, Tim Medis melanjutkan kegiatannya yaitu pengobatan masal di lokasi posko yang sama, kegiatan pelayanan dimulai kembali  jam 9.00 – 17.30, pasien yang dilayani sebanyak 300 orang, Tim Medis juga melakukan antar jemput pasien yang jaraknya agak jauh dari posko sebanyak 25 orang. Sementara Tim Medis melakukan pengobatan masal, Tim Logistik memberikan bantuan berupa mesin kompa air untuk memenuhi kebutuhan pengungsi dalam penyediaan air bersih dan untuk membersihkan ruang sekolah yang kotor akibat banjir.&lt;br /&gt;Tim Logistik membantu para pengungsi  dengan memberikan bantuan berupa mie instan, air mineral, biscuit dan makanan ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 13 Januari 2008, pukul 12.30 Tim Jasmapala tiba di Jakarta, kemudian kembali ke kediaman masing-masing untuk istirahat dan keesokan harinya bekerja kembali seperti biasa.&lt;br /&gt;Jasmapala Cabang Surabaya – Gempol juga menyalurkan bantuan sembako dan obat-obatan serta minyak tanah kepada korban banjir di Kabupaten Bojonegoro mulai tanggal 1 Janunari 2008, dan tanggal 5 Januari 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5073965240943678739-746607715464034125?l=jasmapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jasmapala.blogspot.com/feeds/746607715464034125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2008/01/bakti-sosial-jasmapala-di-jawa-tengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/746607715464034125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/746607715464034125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2008/01/bakti-sosial-jasmapala-di-jawa-tengan.html' title='BAKSOS JASA MARGA DI JAWA TENGAH'/><author><name>SALAM LESTARI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14914075204166146313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_RhBqyugSsI4/R410DuJI_sI/AAAAAAAAADU/cEL-w10JQ3g/s72-c/Posko+Kudus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5073965240943678739.post-3823789056769482838</id><published>2007-12-07T18:11:00.016+07:00</published><updated>2008-05-29T13:27:13.997+07:00</updated><title type='text'>KEGIATAN JASMAPALA</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_RhBqyugSsI4/R4xUhOJI_rI/AAAAAAAAADM/6t3-ZYXkbac/s1600-h/Logo.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_RhBqyugSsI4/R4xUhOJI_rI/AAAAAAAAADM/6t3-ZYXkbac/s320/Logo.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155588603141226162" /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Jasmapala&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; adalah suatu perkumpulan para pecinta alam karyawan PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang terdiri dari Kantor Pusat dan Kantor Cabang di seluruh Indonesia, dimana selain melakukan kegiatan dengan alam seperti penghijauan, pendakian, survival, Jasmapala turut serta dalam kegiatan bakti sosial diseluruh Indonesia. Beberapa kegiatan JASMAPALA yang sudah pernah dilakukan antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Kegiatan Pelatihan Dasar Pegiat Alam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan dasar tersebut meliputi: Pengenalan teknik survival, navigasi, mountenering dan P3K.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Kegiatan Pendakian Gunung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pendakian gunung dilakukan 2 kali dalam 1 tahun, antara lain pada acara HUT PT Jasa Marga (Persero) pada bulan Maret dan HUT RI pada bulan Agustus. Sebagian besar gunung di Pulau Jawa dan Sumatera sudah pernah dilakukan pendakian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Kegiatan Bakti Sosial dan Penanganan Bencana AlamBakti sosial&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; dilakukan pada daerah yang kiranya memerlukan bantuan, untuk  penghijauan kami melakukannya pada ruas jaln tol di Indonesia. Adapun penanganan bencana alam yang pernah dilakukan oleh Jasmapala diantaranya adalah :  &lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Bakti sosial bencana alam longsor di Desa Mandalasari Kabupaten Garut, Maret 03&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Bakti sosial bencana alam longsor sampah Leuwigajah, Cimahi, Bandung, Februari 05&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Bakti sosial bencana alam longsor Banjar Negara, Jawa Tengah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Penanganan pasca bencana alam gempa bumi dan tsunami di NAD, 26 Des 04 - 31 Jan 05&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Penanganan pasca bencana alam gempa bumi di Bantul, Yogyakarta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Bakti sosial di lereng Gunung Merapi, Jawa Tengah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Penanganan pasca bencana alam gempa bumi di Pangandaran, Jawa Barat Juli 06&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Penanganan bencana banjir besar Jakarta, Februari 07&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Penanganan bencana alam longsor di Babakan Madang Gunung Pancar Bogor, Februari 07&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Penanganan pasca bencana alam gempa bumi di Bengkulu dan Sumbar, September 07&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Bakti sosial bencana alam banjir Kudus, Jawa Tengah Februari 08 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Kegiatan Lintas Alam, Napak Tilas dan Penghijauan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini adalah suatu bentuk partisipasi atau undangan dari panitia pelaksana, adapun undangan yang telah kami penuhi antara lain  :      &lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Nyukcruk Galur Pager Betis di Majalaya, Kabupaten Bandung.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Lomba lintas alam Aphace One di Kuningan, Jawa Barat.&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Lomba lintas alam HUT Kota Tegal, Pekalongan dan Purbalingga. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Serta napak tilas yang diselenggarakan oleh pegiat alam di Jawa dan Sumatera. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Kegiatan Penghijauan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; dilakukan di sepanjang jalan tol yang dioperasikan PT Jasa Marga (Persero) di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Demikian kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh Jasmapala, semoga bermanfaat bagi PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan masyarakat Indonesia pada umumnya.   &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5073965240943678739-3823789056769482838?l=jasmapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jasmapala.blogspot.com/feeds/3823789056769482838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2007/12/kegiatan-jasmapala.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/3823789056769482838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/3823789056769482838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2007/12/kegiatan-jasmapala.html' title='KEGIATAN JASMAPALA'/><author><name>SALAM LESTARI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14914075204166146313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_RhBqyugSsI4/R4xUhOJI_rI/AAAAAAAAADM/6t3-ZYXkbac/s72-c/Logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5073965240943678739.post-8696804181812437761</id><published>2007-08-22T12:44:00.001+07:00</published><updated>2008-04-24T14:23:04.555+07:00</updated><title type='text'>JASMAPALA BERADA DI 3.078 Mdpl GUNUNG CEREMAI</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_RhBqyugSsI4/Rs1zq-9RPSI/AAAAAAAAAB8/EJBT_Ie6Ut0/s1600-h/DSC04190.JPG"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_RhBqyugSsI4/Rs1zq-9RPSI/AAAAAAAAAB8/EJBT_Ie6Ut0/s320/DSC04190.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101861135172320546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gunung Ceremai terletak di dalam kawasan tiga Kabupaten yaitu&lt;span&gt; &lt;i&gt;&lt;strong&gt;Kabupaten Cirebon&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Kabupaten Kuningan&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;,&lt;/span&gt; dan&lt;span&gt; &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Kabupaten Majalengka&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;, &lt;/span&gt;Gunung Ceremai yang memiliki ketinggian 3.078 Mdpl mempunyai keistimewaan tersendiri bila dibandingkan dengan gunung-gunung lain di pulau Jawa antara lain Gunung ini mempunyai kawah ganda yaitu kawah barat seluas 400 m terpotong oleh kawah timur yang mempunyai luas 600 m dan pada ketinggian 2.900 Mdpl dibagian lereng selatan terdapat bekas titik letusan yang dinamakan “Goa Walet”. Untuk menuju ke Puncak Ceremai dapat dicapai melalui banyak jalur pendakian, akan tetapi yang dipopulerkan dan mudah dilalui adalah melalui&lt;span&gt; &lt;strong&gt;Desa Palutungan, Desa Linggarjati&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; di Kabupaten Kuningan, dan &lt;span&gt;&lt;strong&gt;Desa&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Apuy&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; di Kabupaten Majalengka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui jalur Palutungan Tim Jasmapala yang berkekuatan 31 orang antara lain yang terdiri dari &lt;strong&gt;&lt;span&gt;Kantor Pusat, Cabang Jagorawi, Cabang Tangerang, Cabang Cikampek, Cabang CTC,&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Cabang&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Purbaleunyi, Cabang Cirebon, Cabang Semarang dan Cabang Surabaya&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;  Pada tanggal 16 Agustus 2007 tepat pukul 17.00 WIB pendakian dimulai dari &lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Bumi Perkemahan&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Desa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;&lt;span&gt;Palutungan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; yang diawali dengan jalan setapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Cigowong - 1.450 Mdpl&lt;/strong&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; trek dari Bumi perkemahan menuju Cigowong masih terlihat sedikit landai walaupun sesekali trek agak naik yang mebuat tenaga para pendaki sedikit harus dipaksakan sehingga napas para pendaki sedikit terengah- engah mengingat udara yang sangat dingin dan tipis sehingga mengganggu pernapasan para pendaki, Cigowong adalah satu-satunya tempat istirahat untuk mengisi persediaan air jika lewat jalur Palutungan dan disinilah Tim Jasmapala menggisi air sebanyak mungkin untuk persediaan diperjalanan untuk menuju puncak.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Kuta  - 1.450 Mdpl&lt;/strong&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;jalur ini sangat terjal dan mengerikan jika dilihat pada pagi hari terdapat jurang yang cukup dalam antara kiri dan kanan jalur pendakian, Tim Jasmapala tanpa basa-basi melibas jalur ini dengan penuh semangat dan pantang mengeluh sekalipun dengan napas yang mulai terengah-engah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Paguyangan Badak - 1.800 Mdpl&lt;/strong&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; disini terdapat persimpangan antara jalur Palutungan dan jalur Apuy menuju ke Majalengka  jika para pendaki tidak berkonsentrasi maka salah jalur bisa terjadi seperti yang dialami 35 orang peserta dari Indramayu dan Cirebon yang terjerembab kedalam jurang akibat salah jalur terperosok. Ketika terdengar sayup-sayup jeritan pertolongan maka Tim Jasmapala dengan cepat mencari datangnya suara tersebut dengan naluri SAR yang tinggi maka suara itu dapat terdeteksi arahnya dan ternyata ada sekelompok pecinta alam berjumlah 35 orang yang terjerembab, evakuasipun segera dilakukan oleh Tim Jasmapala yang dikomandani oleh Jajang, Feri dan Erwin maka  dengan menggunakan tali Wibbing dan Carabiner (perlengkapan SAR) sesuai prosedur pendakian yang sudah dipersiapkan sebelumnya Tim Jasmapala dapat mengevakuasi ke 35 orang tersebut ke jalur yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Arban - 2.050 Mdpl&lt;/strong&gt;,&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;ini adalah batas ladang dan hutan belantara serta jalanpun berkelok-kelok dengan dengan haling rintang yang cukup tinggi para pendaki tak terkecuali Tim Jasmapala terlihat lelah setiba di pos ini mengingat tenaga sudah terkuras dan udara yang dingin mencapai 10 derajat celcius  mulai menusuk tulang rasa ngantuk mulai menyerang Tim Jasmapala memutuskan untuk berhenti sejenak mengisi perut dengan indomie, popmie, roti, dan secangkir kopi hangat guna memulihkan tenaga untuk dapat melanjutkan perjalanan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Tanjakan Asoy - 2.200 Mdpl&lt;/strong&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; jalur sepanjang kira-kira 700 meter ini sangat terkenal karena lintasannya yang sangat curam dan rawan akan mahluk halus yang sesekali menjelma berwujud harimau, bagi yang malas memanjat atau menuruni jalur ini ada jalur alternative yang landai dan agak memutar disebelah kanan jika dari arah bawah, akan tetapi Tim Jasmapala memilih jalur tanjakan Asoy yang curam dan berbahaya untuk meneruskan perjalanan menuju puncak, setelah melibas tanjakan Asoy dengan mengerahkan tenaga yang cukup ekstra  maka Tim Jasmapala kembali memutuskan untuk beristirahat udara yang semakin dingin hingga membuat gigi gemetar dan badan menggigil maka sambil meneguk kopi hangat disisi api unggun yang sudah dibuat oleh para pendaki lain yang sedang beristirahat dan  kemudian kami meluruskan badan sejenak sambil membungkus badan dengan Sleeping Bag agar terasa hangat dan tenaga dapat sedikit pulih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Goa Walet – 2.950 Mdpl&lt;/strong&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   Goa walet adalah salah satu kawah Ceremai yang sudah mati dan berada disebelah kanan jalur menuju puncak, didalam kawah tersebut ada goa yang biasa dipakai untuk Base Camp, disinilah Tim Jasmapala kembali untuk beristirahan yang cukup guna mempersiapkan tenaga untuk mencapai puncak Ceremai, mengingat jalan menuju puncak Ceremai ditempuh kurang lebih 30 menit namun untuk menuju puncak ini terdapat tanjakan yang cukup curam hingga mencapai 70 derajat berupa batuan alam dan batuan kapur bercampur pasir yang berdebu sehingga diperlukan tenaga yang cukup untuk mendakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Puncak Ceremai – 3.078 Mdpl&lt;/strong&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;strong&gt;17 Agustus 2007&lt;/strong&gt;,&lt;/span&gt; pukul &lt;strong&gt;&lt;span&gt;07.20&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;Tim Jasmapala tiba di puncak Gunung Ceremai dengan ketinggian &lt;span&gt;&lt;strong&gt;3.078 Mdpl&lt;/strong&gt;,&lt;/span&gt; pemandangan yang sangat indah, udarapun sangat cerah nampak dari arah sebelah selatan terlihat puncak Gunung Slamet menjulang tinggi, disebelah utara tampak terlihat laut jawa yang berwarna biru, dan awan gumpalan putih nan indah berarak-arak nan indah bagai seputih niat dan tekad Tim Jasmapala mengunjungi puncak Gunung Ceremai yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menikmati pemandangan yang indah di puncak Gunung Ceremai maka Tim Jasmapala untuk segera turun dari puncak untuk kembali ke Desa Paluntungan mengingat kabut mulai mendekat ke puncak Ceremai sehingga kita tidak bisa lagi berlama-lama di puncak Ceremai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian hasil dari perjalanan Tim Jasmapala ke puncak Gunung Ceremai pada tanggal 16-17 Agustus 2007, yang tak terlupakan Tim Jasmapala mengucapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;Terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan perlindungan, kesehatan dan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;kekuatan sehingga perjalanan Tim Jasmapala sukses ketempat tujuan dan kembali dengan selamat.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;Terima kasih kepada Direksi PT Jasa Marga (Persero) yang telah memberikan kesempatan kepada Tim Jasmapala dalam rangka pendakian ke Gunung Ceremai.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;Terima kasih kepada ketua Bapor Seni PT Jasa Marga (Persero) yang telah meberikan dukungan dan wejangan kepada Tim Jasmapala ke puncak Ceremai sehingga misi dapat dilaksanakan dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;Terima kasih kepada Kepala Cabang Palikanci yang telah memberikan dukungan,  sumbang saran, sekaligus pelepasan Tim Jasmapala ketika berada di Cabang palikanci dengan semangat yang tinggi dapat menyelesaikan misi pendakian ke puncak Gunung Ceremai.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5073965240943678739-8696804181812437761?l=jasmapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jasmapala.blogspot.com/feeds/8696804181812437761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2007/08/jasmapala-berada-dipuncak-gunung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/8696804181812437761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/8696804181812437761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2007/08/jasmapala-berada-dipuncak-gunung.html' title='JASMAPALA BERADA DI 3.078 Mdpl GUNUNG CEREMAI'/><author><name>SALAM LESTARI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14914075204166146313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_RhBqyugSsI4/Rs1zq-9RPSI/AAAAAAAAAB8/EJBT_Ie6Ut0/s72-c/DSC04190.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5073965240943678739.post-3219504741966250641</id><published>2007-07-20T15:20:00.004+07:00</published><updated>2008-04-28T22:43:52.025+07:00</updated><title type='text'>JASA MARGA DI PUNCAK GUNUNG SLAMET</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_RhBqyugSsI4/RqRr0ezqGzI/AAAAAAAAAAk/d252CM4E4uE/s1600-h/Slamet+crop.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5090312028202605362" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_RhBqyugSsI4/RqRr0ezqGzI/AAAAAAAAAAk/d252CM4E4uE/s320/Slamet+crop.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Melalui Jasmapala sebagai wadah pegiat alam PT Jasa Marga (Persero) kibaran bend&lt;/span&gt;&lt;span&gt;era Jasa Marga berada di ketinggian 3428 Mdpl puncak Gunung Slamet. Dalam rangka memenuhi undangan Hari Ulang Tahun Kota Tegal yang ke 406 kegiatan tersebut dihadiri oleh lebih dari 160 orang peserta yang terdiri dari berbagai kelompok pegiat alam seluruh Jawa ini dilaksanakan pada tanggal 6 hingga 8 Juli 2007, adapun kelompok pegiat alam dari PT Jasa Marga (Persero) yang diwakili oleh tim gabungan Jasmapala dari Cabang se Jabotabek &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Cabang Jagorawi&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; diwakili oleh &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Effendi dan Ferry&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Cabang Cikampek&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; diwakili oleh &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;A. Bachkrie&lt;/strong&gt;,&lt;strong&gt; Cabang Cawang&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Tomang&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Cengkareng&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; diwakili oleh&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Erwin&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; dan&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;Cabang Purbaleunyi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;diwakili oleh &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Hary&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Taruna dan Haryono&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pendakian gunung slamet dilakukan pagi hari karena jalur yang dilalui terlalu rumit dan terjal, di butuhkan waktu 2 hari 1 malam, Gunung Slamet mempunyai 4 jalur pendakian antara lain: jalur Bambangan, Moga, Guci dan Baturaden, jalur Bamabangan ada di daerah bobotsari, jalur Baturaden ada di daerah Purwoketo, jalur Guci dan Moga ada di daerah Tegal, jalur yang dilalui untuk pendakian masal adalah jalur GUCI .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur awal pada pendakian sangatlah landai menyusuri lereng bukit yang di dominasi dengan alang-alang, pohon pinus dan cemara. Setelah berjalan 3 km kita tiba di pondok cemara, dari pondok cemara dimulai sudut yang tidak terlalu besar yaitu dengan kemiringan jalur sekitar 25 derajat, pada jalur ini banyak terdapat pohon tumbang dan ranting-ranting sehingga kita harus sering menundukan kepala. Pukul 12.17 tim Jasmapala tiba di pondok pinus, untuk beristirahat sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur semakin sulit di tempuh, sesekali jalur naik turun karena jalur terhalang oleh batang dan ranting pohon sehingga kami terpaksa merangkak untuk melewatinya. Pada ketinggian sekitar 2800 Mpdl tim Jasmapala tiba di pondok kematus, di Pondok ini satu-satunya mata air, tim Jasmapala harus mengambil air untuk bekal sampai puncak. Waktu menunjukan pukul 18.00 matahari mulai tenggalam masing-masing pendaki mengeluarkan senter untuk membantu penglihatan, perjalanan pun dilanjutkan. Pukul 19.20 tim pendaki Jasmapala tiba di pondok pelawangan, di sini para pendaki mendirikan tenda untuk beristirahat dan mempersiapkan fisik yang kemudian pada pukul 03.00 pagi kami meneruskan pendakian, hanya makanan dan air yang dibawa, semua peralatan di tinggal. Dari pondok pelawangan menuju puncak gunung Slamet berjarak 2 jam 30 menit, di jalur ini kita tidak menemui pohon-pohon besar yang sudah kita lalui sebelumnya, kita melewati jalur kerikil dan pasir yang sangat curam dan mudah terperosok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 05.30 kemenangan di capai dengan rintangan yang kami lalui, tim Jasmapala tiba dipuncak Gunung Slamet dengan ketinggian 3428 Mpdl. Tim dari Jasmapala menancapkan bendera Jasa Marga dipuncak Gunung Slamet, akibat angin yang sangat kencang membuat tim Jasmapala tidak terlalu lama di puncak Gunaung Slamet yang mempunyai suhu pada saat itu mencapai 10 derajat celcius. Setelah 2 jam berada dipuncak tim Jasmapala melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Pondok Pelawangan, angin bertambah kencang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5073965240943678739-3219504741966250641?l=jasmapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jasmapala.blogspot.com/feeds/3219504741966250641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2007/07/jasa-marga-di-puncak-gunung-selamet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/3219504741966250641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/3219504741966250641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2007/07/jasa-marga-di-puncak-gunung-selamet.html' title='JASA MARGA DI PUNCAK GUNUNG SLAMET'/><author><name>SALAM LESTARI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14914075204166146313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_RhBqyugSsI4/RqRr0ezqGzI/AAAAAAAAAAk/d252CM4E4uE/s72-c/Slamet+crop.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5073965240943678739.post-8959386742991782520</id><published>2007-07-10T12:34:00.001+07:00</published><updated>2008-04-24T14:26:02.990+07:00</updated><title type='text'>PACKING EFISIEN</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_RhBqyugSsI4/RtZyHe9RPUI/AAAAAAAAACM/3t6U1NagXbs/s1600-h/Caril+Crop.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_RhBqyugSsI4/RtZyHe9RPUI/AAAAAAAAACM/3t6U1NagXbs/s320/Caril+Crop.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5104392700565732674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;ENARUH barang didalam ransel amat berbeda dengan cara memasukkan buku-buku kedalam day pack (ransel kecil yang biasa digunakan kesekolah)। Buku, baju, kalkulator dapat dimasukkan begitu saja kedalam day pack. Sebaliknya, barang-barang pendakian harus dimasukkan kedalam ransel dengan aturan tertentu sehingga mengurangi rasa sakit pada saaat memanggul dan menghindari ruang kosong di dalam ransel.     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Untuk itu, langkah pertama mengepak perlengkapan pendakian adalah mengelompokkan barang menurut jenis, seperti pakaian dan kantong tidur, alat memasak, tenda, hingga makanan। Bungkus sejumlah kelompok barang itu kedalam kantong-kantong plastik agar mudah dicari. Sebagian besar pandaki menganggap, mengepak barang merupakan seni tersendiri dan kerap mengasyikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Bila barang perlengkapan telah terkumpul, masukkan semua kedalam ransel। Jangan biarkan ada sejumlah barang seperti cangkir atau sandal diikat diluar ransel. Selain tidak sedap dipandang, risiko hilang selama pendakian, amat besar. Meski demikian, ada beberapa barang yang ditoleril bila ditaruh diluar ransel dan diikat dengan tali webing ransel. Misalnya, matras karet dan tiang tenda. Namun, yakinkan, semua telah diikat dengan kencang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Hal yang harus diperhatikan :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Letakkan barang ringan di bagian bawah dan barang berat di bagian atas&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Barang-barang yang diperlukan paling akhir (misalnya peralatan tenda dan tidur), ditaruh dibagian bawah dan barang yang sering dikeluar-masukkan (seperti jaket, jas hujan, botol air) dibagian atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Jangan biarkan ada ruang kosong didalam ransel, contoh: manfaatkan bagian dalam panci sebagai tempat menyimpan beras&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5073965240943678739-8959386742991782520?l=jasmapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jasmapala.blogspot.com/feeds/8959386742991782520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2007/07/packing-efisien.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/8959386742991782520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/8959386742991782520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2007/07/packing-efisien.html' title='PACKING EFISIEN'/><author><name>SALAM LESTARI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14914075204166146313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_RhBqyugSsI4/RtZyHe9RPUI/AAAAAAAAACM/3t6U1NagXbs/s72-c/Caril+Crop.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5073965240943678739.post-2648958286953253407</id><published>2007-07-10T11:42:00.000+07:00</published><updated>2007-08-14T19:22:53.178+07:00</updated><title type='text'>TAK SEKEDAR MENCAPAI PUNCAK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_RhBqyugSsI4/RqcZVezqG2I/AAAAAAAAAA8/ngKSGiLG0Ak/s1600-h/Eiger+Crop.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_RhBqyugSsI4/RqcZVezqG2I/AAAAAAAAAA8/ngKSGiLG0Ak/s320/Eiger+Crop.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5091065760603315042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Hiking atau mendaki gunung adalah olahraga petualangan yang cukup berisiko। Namun, jika semuanya dilakukan dengan penuh persiapan, rasa puas akan Anda rasakan setibanya dipuncak gunung.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;APA sih yang dicari dipuncak gunung? Pertanyaan itulah yang selalu dilontarkan masyarakat awam kepada para pendaki gunung (pecinta alam) . Memang hal itu sulit dijawab dan dijelaskan secara gambling.&lt;br /&gt;Pendaki gunung legendaris asal inggris, Sir George Leigh Mallory, kerap menjawab pendek pertanyaan tersebut dengan kata-kata,”Becauseitis there”. Kata-kata ini melukiskan betapa sulitnya menjawab pertanyaan tersebut tanpa merasakan sendiri pengalaman mendaki gunung atau menggeluti kegiatan petualangan ini.&lt;br /&gt;Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) sebagai kelompok pecinta alam yang tergolong lama di Indonesia contohnya, mereka mempunyai alasan berbeda dari Mallory. Dalam halaman muka buku pegangan petualangan yang dimilliki seluruh anggotanya tertulis, “Nasionalisme tidak dapat tumbuh dari slogan atau indroktinasi.Cinta Tanah Air hanya tumbuh dari melihat langsung alam dan masyarakatnya. Untuk itulah, kami naik gunung.”&lt;br /&gt;Pengelola toko perlengkapan outdooractivity Kataraft (Bogor) yang juga hobi mendaki gunung, Wahyu Indrawan, mengatakan, jika telah mencapai puncak gunung akan mendapatkan kepuasan tersendiri yang sulit diungkapkan. Selain itu, lanjut dia, mendaki gunung merupakan salah satu cara saja dari sekelompok orang untuk mensyukuri keindahan ciptaan Tuhan.&lt;br /&gt;Sementara itu salah seorang wanita pendaki, Vina, mengungkapkan, “sama saja kalau ditanyakan dengan orang yang hobi mincing, apa sih enaknya mincing?” Yang jelas, tidak seorang petualang alam melakukan kegiatan itu dengan alasan untuk gagah-gagahan. Dengan begitu, tidak ada istilah modal nekat dalam mendaki gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka, gunung mengandung makna ’bukit yang sangat besar dan tinggi, biasanya tingginya lebih dari 600 meter’, sedangkan puncak didefinisikan sebagai ’bagian teratas dari sebuah gunung’. Definisi ini penting untuk membedakan aktivitas berkemah dangan mendaki gunung.&lt;br /&gt;Mengenai perbedaan ini Wahyu berkomentar, berkemah merupakan aktivitas yang dilakukan disekitar kaki gunung, biasanya dilakukan dilokasi sekitar camping ground. Sementara, naik gunung (hiking) merupakan sebuah aktivitas perjalanan mendaki gunung dengan tujuan yang sudah pasti, biasanya mencapai puncak gunung tersebut. Memang dia menilai aktivitas naik gunung tidak selalu bertujuan mencapai puncak. Banyak pula para pendaki yang bertujuan hanya mencapai ketinggian tertentu. ”Tapi, kebanyakan tujuannya adalah puncak, apalagi kalau gunung itu belum pernah didaki,” ungkap Wahyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan Menentukan Keselamatan&lt;br /&gt;Sebagai olahraga yang tergolong ekstrem dan berisiko, untuk melakukan perjalanan mendaki gunung membutuhkan berbagai persiapan, mulai dari persiapan fisik, pengetahuan mountainering hingga perlengkapan P3K. Bagaimanapun, gunung adalah alam yang berisiko. Tebing terjal, udara dingin hingga angin yang kencang menjadi potensi resiko bila pendaki tidak membekali diri dengan peralatan, kekuatan fisik, pengetahuan tentang alam dan navigasi darat.&lt;br /&gt;Tidak ada seorang pendaki yang dapat mengatur bahaya objektif ini. Namun, pendaki dapat mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan terhindar dari bahaya saat pendakian. Bila pendaki tidak mempersiapkan pendakian, dia hannya memperbesar bahaya subjektif. Misalnya, bahaya kedinginan karena pendaki tidak membawa jaket tebal atau tenda untuk menahan udara dingin dan angin kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang anggota Mapala UI Beni Lesmana mengatakan, secara umum persiapan mendaki gunung terbagi menjadi 3 bagian, yaitu persiapan perlengkapan, persiapan stamina, dan penguasan medan। ”tiga hal ini adalah yang saya rasa penting dilakukan,” ujar Beni। Untuk persiapan perlengkapan, Beni menjelaskan, perlengkapan mendaki gunung secara umum terbagi menjadi 2 bagian, yakni perlengkapan kelompok dan perlengkapan pribadi।&lt;br /&gt;Perlengkapan kelompok terdiri atas tenda, bahan-bahan makanan, peralatan P3K, alat penerangan , seperti senter atau lilin, peralatan memasak yang meliputi kompor beserta bahan bakarnya, misting, dan wadah hingga perlengkapan navigasi dan survival, seperti kompas atau peta. Sementara, perlengkapan perorangan terdiri atas ransel (carrier) , sepatu hiking, matras, topi atau penutup kepala, alat penahan dingin yang meliputi jaket, baju, kantong tidur (sleeping bag), sarung tangan hingga peralatan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua adalah persiapan stamina yang meliputi persiapan fisik sebelum melakukan perjalanan. Mendaki gunung merupakan kegiatan fisik berat yang cukup melelahkan. Karena itu, kebugaran fisik adalah hal yang mutlak. Untuk berjalan dihutan tentunya pendaki akan menemui berbagai hambatan dan kendala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya: untuk menarik badan dari rintangan dahan atau batu, memerlukan otot tungkai dan tangan yang kuat. Begitupun saat menahan beban ransel, diperlukan daya tahan tubuh dan otot bahu yang kuat. Semua itu memerlukan persiapan fisik karena perjalanan mendaki gunung membutuhkan waktu berjam-jam bahkan hingga hitungan hari untuk bisa tiba dipuncak.&lt;br /&gt;Beni mengatakan, sebenarnya persiapan stamina ini tidak mutlak diperlukan jika pendaki sudah terbiasa berolahraga. ”Kalau sudah terbiasa olahraga, ya enggak perlu persiapan khusus,” ungkapnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5073965240943678739-2648958286953253407?l=jasmapala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jasmapala.blogspot.com/feeds/2648958286953253407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2007/07/tak-sekedar-mencapai-puncak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/2648958286953253407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5073965240943678739/posts/default/2648958286953253407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jasmapala.blogspot.com/2007/07/tak-sekedar-mencapai-puncak.html' title='TAK SEKEDAR MENCAPAI PUNCAK'/><author><name>SALAM LESTARI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14914075204166146313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_RhBqyugSsI4/RqcZVezqG2I/AAAAAAAAAA8/ngKSGiLG0Ak/s72-c/Eiger+Crop.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
